In My head

A random minded girl from Indonesia who is interested in Korean Culture || A Korean Freak who's never been to Korea || A CNBLUE, UKISS, and Noona fan of D.O Kyungsoo of EXO || A Liverpool's supporter || A girl who wants to adopt a minion and having a huge crush with Rukawa Kaede from Slam Dunk anime || A Harry Potter freak || I LOVE MY COUNTRY <3
Recent Tweets @

i-ate-hannibal:

awkwardlara:

i was expecting this to end in death and sadness and now i’m pleasantly surprised that was adorable

yes oh my god, me too, i thought they were going to find him shot and skinned or something but yay

(via nazalea)

889desu:

After watching “Reply1994”,
I want to find “my own Chilbong”.
I want to love and be loved by someone like Chilbong.
I won’t take his family issue lightly.
I won’t forget his birthday.
I won’t take him for granted.
I want to create a miracle with someone like Chilbong. ;_;

;____; <3

super-sooyoung:

Yoo Yeon Seok + The North Face for High Cut

adorkableparker:

I guess some of us were like Chilbong in the past to have a unrequited love… 

So some of us want Chilbong to end up with his love. 

Thank you Answer Me staff for having another amazing drama! The ending really caught me off guard

image

you can never go wrong with that face.

homzom:

I feel a bit broken about Chibonggie

image

I know it all ends okay  but seeing him crying at the baseball park made my heart break

image

I’m sorry guys, I just loved his character so much

image

watchwithjoo:

I’m going to address this question that some viewers have posed: Why is Bingguere not gay?! I have read through Tumblr and realised that some have been rather angry at how the production crew have trolled them into believing that Bingguere was gay, and even with the red car as a trolling tool, thinking that Bingguere would end up with JoonHee (Reply1997) in the end. I too, thought that Bingguere could possibly be gay at the start, but I wasn’t certain. It was only when I watched Episode 16 and saw Joon Hee again that I realised (and certain) that Bingguere was not gay, and his relationship with Trash was just pure senior-junior or rather brothers.

What we already know: Joon Hee is gay. If we look carefully at this mere less than a minute on interaction between Joon Hee and Yoon Jae, we can tell that Joon Hee is very awkward and uncomfortable around Yoon Jae. Look at his facial expressions - he’s stiffened up, unable to look at Yoon Jae in the eye, and even stoning such that he didn’t even reply when Yoon Jae called his name twice. It’s the same if you compare his reactions to Na-jung’s! She was all shy and uncomfortable and not talking when Trash Oppa was hugging her in the first few episodes.

But we never saw that in Bingguere. Bingguere’s actions were ambiguous…..Click on above link to read more ^_^ Like and reblog if you enjoyed it!

reshapes:

(via girasules)

Take out of your wasted honor Every little past frustration Take all your so called problems Better put them in quotations

Say what you need to say Say what you need to say Say what you need to say Say what you need to say

★★★★★★★★★★★★★★★

Itu hanya sepenggal lirik dari lagu berjudul “Say” yang dibawakan oleh penyanyi solo favorit saya, John Meyer. Ketika mendengarkan lagu ini sambil meresapi lirik demi lirik, pikiran saya kembali pada perdebatan antara saya dan teman dekat saya tadi pagi. Perdebatan pertama kami di awal tahun 2014. Teman saya yang sedang dilanda masalah memilih untuk membiarkan masalah itu berlalu dengan sendirinya, sementara saya yakin bahwa dirinya merasakan sakit. Sakit karena ia memilih untuk menahan segala uneg-unegnya karena ia percaya bahwa waktu akan menyembuhkan segalanya. Waktu memang bisa menyembuhkan, tapi ia lupa satu hal bahwa waktu tak mampu berbuat apapun ketika rasa penyesalan datang menghampiri. Ketika penyesalan itu datang maka kami, para wanita, hanya bisa berkata “I’m OKAY” meanwhile we deeply hurt inside. It’s cliche. I know that we, women, are stubborn coz’ we only wanna be understood.

The Unspoken words bukan hanya terbatas pada pernyataan cinta antara pria dan wanita, tapi ungkapan cinta secara universal dan perasaan sakit yang terpendam. Kenapa banyak orang lebih memilih untuk memendam hal-hal yang sebaiknya disampaikan? Kenapa kita ingin dimengerti tapi kita tak mau mengatakan bahwa kita ingin dimengerti oleh seseorang? Entahlah, saya sendiri juga tidak mengerti. Saya hanya tahu satu hal bahwa The Unspoken Words itu: MENYAKITKAN. Rasanya seperti menusukkan belati tepat di jantung kita secara pelan tapi menusuk tepat ke jantung. Perih tak terhingga. Tapi entahlah, sepertinya orang-orang lebih memilih untuk merasakan sakit yang mereka ciptakan sendiri sambil berhalusinasi bahwa dengan membiarkan sebuah masalah berlalu tanpa adanya pembicaraan akan menjadikan mereka layaknya seperti manusia-manusia paling sabar dan paling tegar sejagat raya. Kenyataannya tidak, paling tidak bagi saya. Saya tahu benar bagaimana rasa perih yang disebabkan kata-kata yang tak pernah tersampaikan. Perih yang menimbulkan luka yang akan dibawa seumur hidup. Saat merasakan perih juga tak akan ada yang peduli karena kita tak mampu memberitahu orang-orang terdekat bahwa kita sedang “sakit”. Sebagian orang bahkan merasa terlalu gengsi untuk mengakui bahwa mereka sedang “sakit” agar mereka tetap terlihat tegar dan kuat, padahal nyatanya mereka selalu menangis dikala sedang sendiri. Menangisi perih yang tak bisa lagi mereka tanggung paling tidak untuk hari itu atau selama beberapa hari terakhir.

Bicaralah selagi Tuhan memberikan kita kemampuan untuk berbicara..
Bicaralah selagi Tuhan menganugerahi akal untuk mengatur cara berbicara dan mengatur setiap kata dan kalimat yang terlontar dari mulut kita…
Bicaralah selagi seseorang yang ingin kita ajak bicara masih ada…karena jika kesempatan itu hilang maka tak ada lagi yang tersisa selain rasa sakit dan penyesalan seumur hidup…
Jangan tunggu waktu yang tepat, karena waktu yang tepat tak akan pernah datang jika kita hanya bisa diam dan tak berbuat apa-apa.